Tampilkan postingan dengan label Catatan Awal Pekan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Awal Pekan. Tampilkan semua postingan

Tri Pusat Pendidikan Gontor (CAP-1)

|


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (١١)
Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam Islam, ayat diatas menerangkan bahwa Allah akan mengangkat derajat bagi kaum yang beriman dan mau menuntut ilmu. Beriman dalam artian berpegang teguh dan berkeyakinan kepada Allah dalam segala aspeknya, sedangkan arti untuk menuntut ilmu adalah rela mengorbankan waktu dan bersungguh-sungguh dengan segala upaya untuk menambah pengetahuan demi terciptanya umat yang mulia.  
Ayat ini diperkuat dengan hadits yang menyatakan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi kaum muslim dan muslimat. Islam tidak membatasi seseorang dalam menuntut ilmu, Islam malah memberikan keluasan bagi kaumnya untuk menuntut ilmu ke negeri lain. Seperti apa yang disabdakan Rasulullah SAW: “ Tuntutlah Ilmu hingga negeri Cina” (H.R. Muslim).
Pondok Modern Darussalam Gontor adalah lembaga pendidikan bagi para kader umat, hampir seluruh putra daerah dari tiap provinsi Republik Indonesia menuntut ilmu didalamnya. Sebagai lembaga pendidikan, Gontor memiliki prinsip dan kurikulum mandiri, diantaranya ialah Tri Pusat Pendidikan.
Sebagaimana yang telah diketahui masyarakat umumnya, bahwa Tri Pusat Pendidikan ialah Keluarga, Madrasah, dan Lingkungan. Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa. Lalu orang tua mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mendidik anak yang menyangkut dengan watak budi pekerti, latihan ketrampilan, dan pendidikan kesosialan.
Sedangakan Madrasah ialah sebuah lembaga pendidikan formal, yaitu pendidikan yang diselenggarakan secara sengaja, berencana, terarah dan sistematis. demikian menurut pendapat Dr. Hadari Nawawi dalam bukunya Administrasi Pendidikan. Sekolah melakukan pembinaan pendidikan untuk peserta didiknya didasarkan atas kepercayaan dan tuntutan zaman. Oleh karena itu Madrasah bertanggung jawab atas tiga faktor, yaitu: Pendidikan Moral, Materi Keilmuan, dan Tanggung jawab fungsional.
Adapun definisi masyarakat dipandang dari lingkungan pendidikan ialah lingkungan pendidikan non formal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan berencana kepada seluruh anggotanya, tetapi tidak sistematis. Secara fungsional masyarakat menerima semua anggotanya yang pluralistik (Majemuk) lalu mengarahkan masyarakat tersebut untuk menjadi lebih baik demi tercapainya kesejahteraan bersama.
Proses pendidikan yang dilakukan oleh ketiga lingkungan tersebut dapat di kemukakan sebagai berikut, secara mental spiritual dasar-dasar pendidikan diletakan oleh keluarga, dan secara akademik konseptual dikembangkan oleh sekolah sehingga perkembangan pendidikan anak makin terarah. Betapa eratnya kerjasama yang terpadu dari ketiga macam lingkungan pendidikan untuk membawa anak kepada tujuan bersama, yaitu membentuk anak menjadi anggota masyarakat yang baik untuk Bangsa, Negara, dan Agama. Itulah Tri Pusat Pendidikan yang diapahami secara nasional.

Tri Pusat Pendidikan menurut Gontor
Tetapi bagi Gontor, yang dipahami dengan Tri Pusat Pendidikan ialah Kyai (Guru), Asrama, dan Masjid. Kyai dipandang menjadi salah satu pusat pendidikan, karena dialah sosok figur pengganti orang tua kala di pesantren bagi para santrinya, Kyai pulalah yang membimbing santri untuk berfikir matang, terarah dan dewasa. Secara otomatis para santri akan melihat bagaimana tingkah laku Kyai dan menirunya dalam kegiatan sehari-hari.
Dilanjutkan dengan Asrama, yang merupakan lingkungan hidup bagi para santri. Didalamnya para santri belajar untuk hidup bermasyarakat, dengan pembiasaan hidup bersama orang yang berlainan asal, suku, bahasa, dan adat. Para santri dituntut untuk menjadi manusia yang mandiri, tanpa bergantung pada orang lain, dan juga belajar menyikapi permasalahan yang timbul didalamnya, hingga diharapkan lahirnya sosok muslim yang tegar, mandiri, dan berani dalam mengahadapi berbagai persoalan.
Adapun masjid ialah pusat kegiatan pesantren, segala macam kegiatan, baik kegiatan keilmuan maupun non-keilmuan dipusatkan didalamnya. Pesantren mengambil masjid sebagai pusat kegiatan dikarenakan masjid adalah tempat beribadah, adapun menuntut ilmu juga merupakan ibadah, sungguh berkahlah ilmu seseorang yang menuntut ilmu di tempat mulia, selain itu juga, menghidupkan masjid atau mengadakan kegiatan bermanfaat di dalamnya adalah kewajiban dari tiap muslim.

Proses Pendidikan yang terkombinasi dari ketiga hal tersebut telah menjadikan Gontor pesantren madani yang maju, yaitu pesantren beradab yang menyatukan konsep duniawi dan ukhrowi. Dengan kesatuan seluruh komponennya diharapkan terciptanya pribadi-pribadi muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas sesuai dengan motto yang selalu ditanamkan pada hati para santri.
Adapun melihat kondisi para pemuda zaman sekarang yang memprihatinkan, karena terkena dampak globalisasi, dan pendidikan yang kurang memadai dengan menurunnya kualitas sekolah atau madrasah yang merubah tujuannya menjadi profit oriented, alangkah lebih baiknya untuk menanggulangi hal tersebut, dengan mengikuti konsep yang berlaku di Gontor, demi terciptanya pribadi-pribadi yang lebih baik untu kemajuan Bangsa.

 

©2009 Ahmad Faizal Adha | Template Blue by TNB