Pembersihan Hati

|

     Gontor-Wisma Darussalam (02/10/2011). Dalam melaksanakan kesehariannya, seseorang pasti melibatkan seluruh anggota tubuhnya, dari aktifitas yang terkecil seperti makan hingga aktifitas yang dinilai berat seperti mengangkat beban. Selain otak atau fikiran, ternyata ada satu anggota tubuh lagi yang berfungsi sebagai pengendali dari keseluruhan gerak tubuh ini, dan hal itu berupa segumpal darah yang biasa disebut dengan qalb atau hati.
       Rasulullah SAW. Telah menyatakan dalam sebuah hadits, bahwa sesungguhnya manusia memiliki segumpal darah dalam tubuhnya, dimana ketika segumpal darah itu baik, maka akan baik pulalah seluruh badannya, begitu pula sebaliknya, bila segumpal darah itu buruk atau sakit, maka akan berdampak buruk pula pada pola dan tingkah laku manusia tersebut.
           Dalam hal ini Dr. Khalid Muslih dalam kuliahnya mengibaratkan hati layaknya tubuh manusia, hati akan sehat bila mendapatkan asupan vitamin, gizi dan suplemen yang tepat, begtu pula sebaliknya, bahwa hati akan sakit bahkan mati bila tidak diberikan ketiga hal tersebut. Adapun vitamin yang tepat untuk hati adalah shalat, gizinya adalah membaca al-Qur’an, dan suplemennya adalah berdzikir.
Shalat merupakan vitamin bagi hati karena dengannya seorang hamba bisa berdialog dengan Allah Swt. pencipta semesta alam, selanjutnya dalam al-Qur’an Allah Swt. berfirman bahwa shalat juga akan mendekatkan seorang hamba ke arah kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Bila seseorang melakukan kebaikan, maka akan terbuka pintu hidayah Allah baginya, dan apabila seseorang melakukan kemungkaran, maka pintu hidayah Allah akan tertutup. Sehingga tidak dapat dipungkiri lagi bahwa shalat adalah vitamin yang tepat untuk membuat hati tetap hidup.
        Sedangkan gizi yang pas untuk hati ialah membaca al-Qur’an. Rasulullah SAW. Menganjurkan pada ummatnya untuk selalu menyempatkan waktu dalam membacanya, karena di dalamnya terdapat banyak pelajaran, hikmah, dan berbagai macam cerita yang dapat mengasah hati seseorang menjadi lunak (Roqiiq). Seorang hamba yang lunak hatinya akan mendapat banyak hidayah melalui kejadian yang terjadi di sekitarnya, mata batinnya akan terbuka, sehingga jadilah ia muslim yang taat.
       Dan suplemen yang sangat dianjurkan untuk membersihkan dan mempertajam hati ialah dengan berdzikir. Allah Swt menyatakan dalam firman-Nya bahwa orang yang berdzikir akan tentram hatinya, tiada merasakan gundah ataupun gelisah, karena ia tahu bahwa Allah sangat dekat dengannya. Allah Swt. juga berfirman bahwa orang yang berdzikir kepada Allah (ingat Allah), maka Allah pun akan ingat kepadanya.
Kembali pada tema awal tadi, bahwa hati yang hidup akan selalu mengarah kepada kebaikan dan ketentraman hidup, adapun hati yang sakit, bila tidak segera diberi vitamin, gizi, dan suplemen, akan berubah menjadi keras, Allah Swt. telah mengibaratkannya seperti batu yang mati, yang tidak bisa dirubah lagi. Hal ini tentu berimplikasi kepada pola dan tingkah laku manusia tersebut, secara tidak langsung matanya akan buta, buta dari segala kebajikan, dilanjutkan dengan telinganya yang tuli, tuli dari nasehat dan perkataan bijak, lalu diakhiri dengan matinya hati yang berakibat sangat fatal, yaitu hilangnya iman. Naudzubillahi min dzalik.
      Oleh karena itu, marilah kita introspeksi diri kita sendiri, termasuk kepada golongan yang manakah hati ini? Apakah kepada hati yang hidup, hati yang selalu kita beri vitamin, gizi, dan suplemen atau lebih condong kepada hati yang mati, hati yang sudah mengeras menjadi batu?, semua dikembalikan pada diri masing-masing. Bila sudah merasa di golongan yang pertama, teruslah tingkatkan ibadah, karena Iblis tidak akan pernah bosan untuk mengganggu anak cucu adam, dan apabila merasa di golongan kedua, marilah bertobat atas segala kesalahan yang pernah dilakukan, dan selalu memohon hidayah dari Allah. Semoga tulisan ini bermanfaat agar hati kita terus hidup dan mengarah kepada kebaikan. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar

 

©2009 Ahmad Faizal Adha | Template Blue by TNB