Keutamaan Nisfu
Sya’ban
Khutbah Jum’at
di Masjid Ar-Rohman (Jum'at 29 - 6 - 2012)
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الذى يهدى من يشاء بفضله، أحمده
وسبحانه على سابغ نعمه. و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن
سيدنا محمدا عبده ورسوله وصفيه من خلقه. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله
وصحبه أجمعين.
أما بعد : فيا أيها الناس اتقوا الله واتقوا
يوما لاتجري نفس عن نفس شيئا، ولا يُقبل منها شفاعة ولايُؤخذ منها عدل ولا هم
ينصرون. واعلموا أن فى نصف شعبان تُرفع عمل السنة وتُبدل صحف السلف بصحف الجديد، فمِن ثم جددوا عملكم بأحسن التجديد. وليكن العمل
الماضى اعتبارا للعمل المستقبل وكثروا الابتهال والتضرع و الزموا المغفرة بالتوبة
والاستغفار فتحشروا فى زمرة الأبرار.
Hadirin, jama’ah Jum’at Rahimakumullah…
Dalam
mimbar ini saya mewasiatkan kepada para hadirin dan khususnya untuk saya
sendiri, marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah SWT. dengan
kualitas takwa yang sesungguhnya. Karena dengan takwa kepada Allah SWT,
keridhoan-Nya yang juga disertai dengan rahmat, barokah, dan ampunan-Nya akan turun.
Dan hal tersebut akan membawa kita kepada kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat.
Ma’asyirol
Muslimin Rahimakumullah..
Alhamdulillah,
puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT., karena dengan karunia-Nya kita
masih diberi umur panjang hingga kita dapat kembali bertemu dengan bulan
Sya’ban, yaitu bulan yang tidak kalah istimewanya dengan bulan rajab, bulan
dimana amalan kita akan diangkat dan dilaporkan kepada Allah, sebagaimana hadits
berikut:
Diriwayatkan
oleh imam Ahmad bahwa suatu ketika Sahabat Rasulullah yang bernama
Fari Usamah bin Zaid radhiyallâhu ‘anhu, bertanya
kepada Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam,
“Wahai Rasulullah, saya tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam suatu bulan
sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban?” Maka beliau menjawab,
ذَلِكَ
شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَب وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ
فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعُ عَمَلِيْ
وَأَنَا صَائِمٌ
“Itu adalah
bulan antara Rajab dan Ramadhan yang sering manusia melupakannya. Dan ia adalah
bulan yang padanya segala amalan akan diangkat kepada Rabbul ‘Alamin. Maka aku
senang jikalau ketika amalanku diangkat sementara aku sedang berpuasa.”
Hadits tersebut menjelaskan kepada kita bahwa setiap
setahun sekali tepatnya pada bulan Sya’ban, amal-amal manusia yang terangkum
dalam sebuah kitab yang biasa ditulis oleh malaikat yang menjaga kita, yaitu
Rakib dan Atid akan dilaporkan kepada Allah SWT. Baik itu yang baik dan juga
yang buruk. Lalu digantilah kitab itu dengan kitab yang baru. Maka, sudah
seharusnya pada bulan ini kita tingkatkan amalan kita dengan memperbanyak
amalan baik seperti ibadah puasa dengan harapan ketika buku amalan kita
diangkat dan dilaporkan kepada Allah, kita sedang dalam keadaan baik yaitu
sedang melaksanakan ibadah puasa. Sebagaimana yang Rasulullah SAW. Contohkan
pada hadits diatas.
Ma’asyirol muslimin rahimakumullah..
Keutamaan lainnya yang akan kita dapatkan di bulan
sya’ban adalah keutamaan di malam nisfu sya’ban, nisfu merupakan kosakata
bahasa arab yang bermakna pertengahan dan sya’ban adalah bulan sya’ban, bila
disatukan maka artinya menjadi pertengahan bulan sya’ban... insya Allah malam
nisfu sya’ban atau malam pertengahan bulan Sya’ban tahun ini akan jatuh pada
rabu malam / malam kamis, 4 juli 2012 yang bertepatan dengan 14 Sya’ban 1433
Hijriyah.
Berkenaan dengan malam ini salah seorang ulama yang
bernama ibnu Jauzy meriwayatkan sebuah hadits sebagaimana berikut:
مَنْ أَحْيَا لَيْلَتَي الْعِيْدَيْنِ وَلَيْلَةَ النِّصْفِ
مِنْ شَعْبَانَ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوْتُ الْقُلُوْبُ
“Barang siapa
yang menghidupkan malam dua ‘Ied (yaitu malam idul fitri dan idul adha) dan juga
malam nishfu Sya’ban, niscaya hatinya
tidak akan mati pada hari semua hati menjadi mati.”
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali, bahwa Nabi pernah
bersabda:
إذَا كَانَتْ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا
لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا. فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ
الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ أَلاَ مِنْ مَسْتَغْفِرٍ لِيْ
فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهَ أَلاَ مُبْتَلَى
فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
“Bila datang
malam nishfu Sya’ban maka lakukanlah Qiyam Lail dan puasa pada siang harinya,
karena ketika matahari terbenam Allah turun pada malam itu ke langit dunia dan
berkata, ‘Adakah yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuninya,
adakah yang memohon rezki, niscaya Aku akan memberikannya, adakah yang tertimpa
penyakit, niscaya Aku akan menyembuhkannya, hal ini berlanjut hingga terbit
fajar.’
Ma’asyirol
muslimin rahimakumullah..
Hadits-hadits
diatas termasuk ke dalam hadits yang dijadikan sandaran dalam melaksakan
amalan-amalan di bulan Sya’ban, maka tidak ada salahnya bila kita meningkatkan
ibadah lebih giat di bulan ini, khussunya di malam nisfu sya’ban nanti. misalnya
adalah yang sudah lazim dilakukan, yaitu dengan mengeluarkan sedekah, berpuasa,
dan juga memperbanyak shalat malam. utamanya adalah untuk mengharap ridho Allah
dan yang kedua adalah mengikuti sunnah yang diteladankan oleh Rasulullah SAW,
juga yang telah diteladankan oleh para guru dan sesepuh kita…
Ma’asyirol
muslimin rahimakumullah..
Betapa
beruntungnya kita sebagai umat Nabi Muhammad, diberi banyak kemudahan oleh
Allah SWT dalam mendapatkan pahala dan juga ridho-Nya.. maka beruntunglah bagi
orang yang berusaha untuk mendapatkannya dan sungguh merugi bagi orang yang
mengabaikannya.. semoga kita semua yang hadir pada saat ini termasuk kedalam
orang yang dibersihkan hatinya, sehingga mau dan siap untuk beramal dan
beribadah lebih giat lagi utamanya di bulan sya’ban ini dan juga seterusnya.
Dengan harapan semoga kita dipanjangkan umur untuk beribadah kepada Allah,
dilapangkan rezeki yang halal untuk bekal dalam beribadah kepada-Nya, dan
diberi ketetapan iman meskipun hidup di tengah arus perubahan zaman dimana
sendi-sendi budaya Islam mulai rapuh yang diakibatkan oleh ketidakwaspadaan dan
kelengahan kita sendiri.. Amin..
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ
اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

0 komentar:
Posting Komentar