Menyikapi Tahun Baru
(Bandung, 30 Desember 2011, Masjid Baitur Rahman Papanggungan)
Oleh: Ahmad Faizal Adha
إن الحمد لله ، نحمده
ونستعينه ونستغفره ، ونستهديه، ونعوذ به من شرور أنفسنا، ومن سيئات أعمالنا، من
يهده اللهُ فهو المهتد، ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا. أشهد أنلااله إلا الله
وحده لاشريك له، هو الأول فلا شئ قبله ، وهو الآخر فلا شئ بعده ، وهو الظاهرفلا شئ فوقه.
وأشهد أن سيدَنا وحبيبَنا وعظيمَنا وقائدَنا وقرَّةَ أعينِنَا محمدًا عبده ورسوله
وصفيه وحبيبه بلّغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح الأُمة فجزاه الله عَنَّا خير ما جزى
نبيًّا من أنبيائه ، الصلاة والسلام عليك سيدي يا علمَ الهدى يا رسولَ الله أنت طِبُّ
القلوب ودواؤُها وعافيةُ الأبدانِ وشفاؤُها ونورُ الأبصار وضياؤُها.
اللهمَّ صلِّ وسلِّم
وبارك وأعظِمْ على سيدِنا محمد الذي تنحلُّ به العُقَد وتنفرج به الكُرَب وتُقضَى
به الحوائج وتُنالُ به الرغائبُ وحسنُ الخواتيم ويُستَسقَى الغمامُ بوجهه الكريم
وعلى ءاله وصحبه الطيبين الطاهرين.
أما بعد.
فَيَا عِبَادَ اللهِ،
أُوْصِيْكُمْ وإياي نفسى بِتَقْوَى اللهِ فقد فاز المتقون، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah..
Bumi
yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar, ada siang dan ada malam. Begitupula
dengan roda kehidupan manusia yang selalu silih berganti. Kadang naik kadang
turun. Ada suka ada duka. Ada senyum ada tangis. Satu saat mendapat puji tapi
pada saat yang lain mendapat cacian. Maha Suci Allah yang telah menciptakan ujian tersebut,
untuk mengetahui kesungguhan kita dalam mengharap ridho-Nya.
Mengawali
kehidupan baru di bulan safar 1433 H, yang bertepatan dengan penghujung tahun
2011 dan awal tahun 2012, diantara langkah yang harus diambil oleh seorang
muslim agar tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan kehidupan
ialah, harus selalu tawakkal dan memiliki amalan baik.
Islam
telah mengajarkan tiga amalan yang harus dijalankan oleh kaum muslimin, amalan yang
pertama dan paling utama ialah Istighfar, yaitu selalu instropeksi diri dan
mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati. Setiap orang pernah melakukan
kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa. Setiap
kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. Oleh
karena ia harus diobati.
Tidak
sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan
kesalahan kita sendiri. Saatnya kita instropeksi masa lalu, memohon ampun
kepada Allah, melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah
dengan penuh keridloan Allah.
Dalam
persoalan ekonomi, jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena
kemalasan kita, maka yang diobati adalah sifat malas itu. Kita tidak boleh
menjadi umat pemalas. Malas adalah bagian dari musuh kita. Dan jika kesulitan
ekonomi tersebut, disebabkan karena kita kurang bisa melakukan
terobosan-teroboan yang produktif, maka kreatifitas dan etos kerja umat yang
harus kita tumbuhkan.
Akan
tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan.
Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk dan belum ditaubati
secara massal. Jika itu penyebabnya, maka obat satu-satunya adalah beristighfar
dan bertobat.
Allah
berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud Alaihissalam, kepada kaumnya: “Dan
(Hud) berkata, hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah
kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan
menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan
berbuat dosa” (QS. Hud:52).
Dengan
Istighfar akan membuka pintu taubat, dan akan memudahkan seseorang untuk
menjalani kehidupannya sesuai dengan jalan yang Allah Ridhoi.
Setelah
memohon ampunan atas kesalahan yang diperbuat, amalan selanjutnya yang tidak
kalah utamanya ialah Istikharah, yaitu selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap
langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan. Setiap orang mempunyai
kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. Akan tetapi menurut
Islam, tidak ada kebebasan yang tanpa batas, dan batas-batas tersebut adalah
aturan-aturan agama. Maka seorang muslim yang benar, selalu berfikir
berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta
selalu memohon petunjuk kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ) رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة(
Barangsiapa
beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
Orang
bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan
bicaralah esok hari). Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan
orang lain maka tahanlah, jangan diucapkan, sekalipun menahan ucapan tersebut
terasa sakit. Tetapi jika ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan
ditahan sebab kebenaran dan keadilan harus ditegakkan.
Mengenai
kebebasan ini, malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk
memberikan rambu-rambu kehidupan, beliau bersabda:
أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدًا عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقٌ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ) رواه البيهقي عن جابر(
Jibril
telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu, tapi
sesungguhnya engkau suatu saat akan mati, cintailah apa yang engkau sukai tapi
suatu saat engkau pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan
sesungguhnya semua itu ada balasannya. (HR.Baihaqi
dari Jabir).
Sabda
Nabi Muhammad SAW ini semakin penting untuk diresapi ketika melihat fenomena akhir-akhir
ini, yang dengan dalih kebebasan, banyak orang berbicara tanpa logika dan data
yang benar lalu bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama . Para
pakar barang kali untuk saat-saat ini, lebih bijaksana untuk banyak mendengar
daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan masyarakat.
Maka
dari itu, seyogyanya kita melaksanakan istikharah dalam segala langkah, agar
kita bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari. Nabi
Muhammad SAW bersabda:
مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ.
Tidak
akan rugi orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah
dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat. (HR. Thabrani dari Anas)
Amalan
yang ketiga atau terakhir ialah Istiqomah. yaitu kokoh dalam aqidah dan
konsisten dalam beribadah. Begitu
pentingnya istiqomah ini, sampai Nabi
Muhammad SAW berpesan kepada Abu Sufyan sebagaimana berikut:
عن أبى
سفيان بن عبد الله رضي الله عنه قال : قلت يا رسول الله
قُلْ
لى قولا فى الإسلام قولا لاأسأله عنه أحدا غيرك ، قال: قُلْ أمنت بالله ثم اسْتَقِمْ.
(رواه مسلم).
“Dari Abi Sufyan bin
Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata, “Wahai Rasulullah
katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada
orang lain selain engkau. Nabi menjawab, ‘Katakanlah aku telah beriman kepada
Allah kemudian beristiqamahlah’.” (HR. Muslim).
Orang
yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan iman, sehingga bisa melewati cobaan
hidup. Sekalipun dihadapkan pada persoalan duniawi yang bertumpuk, ibadah tidak
ikut redup. kantong kering atau tebal, tetap memperhatikan haram dan halal,
dicaci atau dipuji, sujud pantang berhenti, sekalipun ia memiliki fasilitas
kenikmatan, ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan. Orang seperti itulah yang
dipuji Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30:
“Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan
mengatahkan): “Janganlah kamu merasa takut, dan janganlah kamu merasa sedih,
dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Qs.
Fushshilat: 30)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah..
Sekali
lagi, tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan. Agar kita tetap
tegar dan selamat dalam berbagai gelombang kehidupan, tidak bisa tidak kita
harus memiliki dan melakukan TIGA IS di atas yaitu Istighfar, Istikharah dan Istiqomah.
Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan di bulan dan tahun yang baru ini dengan keimanan dan rahmatNya yang melimpah. Amin
Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan di bulan dan tahun yang baru ini dengan keimanan dan rahmatNya yang melimpah. Amin
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ
اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

0 komentar:
Posting Komentar